Senin, 14 Maret 2011

Psikologi anak


Kepribadian anak berbeda-deda dan memiliki ciri khas yang unik, jika kita melihat anak-anak yang sedang bermain bersama-sama maka kita bisa melihat berbagai macam karakter anak, seperti anak yang sifatnya superior dan paling menonjol di lingkunganya, namun ada pula anak yang sifatnya pendiam, pemarah, mudah tersingung, penengah ataupun anak yang normal pada umumnya. Hal ini, merupakan hasil dari tahapan perkembangan anak yang salah satunya dipengaruhi dari pola asuh orang tua.
Tahap perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai hal yaitu (1) Faktor Kematangan, (2) faktor heredity/keturunan dan (3) pengaruh-pengaruh lain seperti nutris dan penyakit. Berbagai faktor tersebut akan mempengaruhi perkembangan anak dalam faktor fisik dan psikis. Dalam proses perkembangan memiliki karakteristik yaitu (1) perkembangan bersifat umum ke khusus, ( 2) perkembangan itu berkesinambungan, (3) setiap bagian tubuh itu mempunyai kecepatan pertumbuhan sendiri-sendiri,(4) selalu ada korelasi antara prekembangan yang awal dengan perekembangan selanjutnya (Landwson, 1988).
Berdasarkan terori karakteristik psikologi perkembangan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan awal bahwa setiap tahapan perkembangan akan selalu berhubungan dan berpengaruh dengan perkembangan selanjutnya. Ketika tahap perkembangan awal bermasalah maka akan berpengaruh dengan perkembangan selanjutnya. Perekembangan secara garis beasar dibagi menjadi dua perkembangan yaiu perkembangan fisik dan perkembangan psikologi. Perkembangan dalam hal fisik secara langsung dapat diketahui dengan menggunakan penginderaan. Sedangkan, perkembangan dalam hal psikologi tidak dapat kita lihat perekembangannya melalui pengindaraan, melainkan harus melalui penilain instrumen.
Ruang lingkup gagasan ini dikhususkan pada perkembangan psikologi. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan psikologi memang perlu mendapat perhatian khusus. Perkembangan psikologi sulit untuk diukur dengan pengindaraan, dan kesadaran keluarga terutama orang tua yang masih kurang paham dan menyadari tentang cara mendidik anak secara psikologi. Hal ini disebabkan karena (1) tingkat pengetahuan orang tua terhadap perkembangan psikologi anak, (2) Faktor ekonomi, (3) Faktor tingkat pendidikan keluarga, (4) Faktor-faktor lain.
            Kurangnya Kesadaran keluaraga terutam orang tua terhadap perkembangan psikologi anak terutama pada fasa prenatal hingga masa remaja dapat dibuktikan dengan berbagai fakta-fakta di lapangan, seperti situasi anak yang masih tereksploitasi, terdiskriminasi, mengalami kekerasan, penyalahgunaan( abused), dan dilihat dengan serangan kemiskinan ekonomi, serta sensitifitas hak anak (child sensitive) yang lunglai. Dalam  hal anak yang membutuhkan perlindungan khusus, Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2009 mencatat sebanyak 110.870 pelajar SMP dan SMA menjadi penguna Narkotika. Sedangkan, Dirjen Yanresos Depsos RI tahun 2009 melansir bahwa 193.155 jiwa anak dalam kategori nakal, dan dalam bidang pendidikan Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat sekitar 2,5 juta jiwa anak dari 26,3 juta anak usia wajib belajar di tahun 2009 mengalami putus sekolah. Hal ini menunjukan tingkat kurang sadarnya orang tua dalam memperhatikan kebutuhan anak-anaknya yang berefek pada perkembangan psikologi anak.
Perkembangan psikologi anak  secara emosial dan sosial pada usia prenatal dan remaja didasari oleh kualitas hubungan anak dengan keluarga dan oleh kualitas bermain bersama teman seusianya. Gaya pengasuhan yang berbeda pada setiap orang tua akan mempengaruhi kepribadian anak di masa depan. Orang tua yang otoriter akan menjalin hubungan dengan anak yang berbeda bentuknya dari hubungan orang tua yang permisif dengan anaknya.
Keluarga mempunyai berbagai fungsi di dalam masyarakat, antara lain sebagai unit ekonomi, dan keluarga juga bertanggunga jawab terhadap anggota. Namun, fungsi keluarga yang sangat menonjol adalah sebagai pemelihara dan sebagai wadah sosialisasi bagi generasi baru yaitu anak. Perlu diingat bahwa keluarga harus dilihat sebagai suatu sistem interaksi soasial antar individu yang secara timbal balik akan mensosialisasikan dan akan saling mengatur anggotanya.
Interaksi orang tua terhadap anak perlu dilihat dari berbagia hal seperti  tipe pengasuhan orang tua terhadap anak dapat mempengaruhi perkembangan psikologi anak yaitu (1) Otoriter, (2) Otoritatif, (3) Pemurah-Permisif, (4) Tak Perduli-tak terlibat. Hal lain yang mempengaruhi adalah kondisi keluarga yang selalu berubah serta hubungan antar saudara juga mempengaruhi psikologi anak. Sebagai contoh, psikologi anak yang berada di keluarga broken home akan berbeda dengan psikologi anak yang berada pada keluarga yang harmonis.

Pencemaran Udara


Bertambahnya kebutuhan manusia akan transportasi mengakibatkan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil riset BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia pada tahun 1987 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebanyak 7.981.480 unit, sedangkan hasil riset BPS terakhir pada tahun 2008 jumlah kendaraan bermotor mencapai 65.273.451 unit. Dengan demikian dalam kurun waktu 22 tahun terjadi kenaikan yang signifikan pada penggunaan kendaraan bermotor yang meningkat sebesar 8 kali lipat. Pemakaian kendaraan bermotor pada riset terakhir didominasi oleh kendaraan roda 2 mencapai 73% dari jumlah total kendaraan bermotor pada tahun 2008 atau sebesar 47.683.681.
Tingginya angka pemakaiaan kendaraan bermotor menyebabkan konsumsi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) meningkat, hal ini dibuktikan oleh penelitian USAID ECO Asian Clean Development and Climate Program  menunjukan bahwa tingkat konsumsi pemakaian bahan bakar fosil di Indonesia menduduki peringkat ke-3 di Asia setelah China dan India. 
Tabel 1. Tingkat konsumsi Solar dan Bensin di Asia Dalam Milyar Liter
 









Meningkatnya pemakaian kendaraan bermotor berakibat pada perubahan lingkungan baik perubahan secara fisik dan perubahan secara kimiawi. Perubahan kimiawi dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung di dalam udara. Kondisi seperti ini lazim dikatakan pencemaran (polusi udara). Menurut Isna Marifat M.Sc., ketua penyelanggara Segar Jakartaku, 70 persen pencemaran udara disebabkan oleh kendaraan bermotor. Tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar di Indonesia cukup tinggi yaitu berkisar 8 -12 % pertahun ( Sumber : Kepolisian Negara Republik Indonesia, Direktorat Lalu lintas ( Januari 2000)). Perlu kita ketahui bahwa ambang batas kandungan polutan yang terdapat pada emisi gas buang yang aman bagi manusia menurut Peratuaran Pemerintah No 41 tahun 1999, yang meliputi : Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Ozon (O3), Hidrokarbon (HC), PM10, Partikulat Debu ( PM 2,5), TSP ( Debu), Pb (timbal) adalah :
Tabel 2. Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang ( Bapedal)
Pencemaran
Sumber
Keterangan
Karbon Monoksida (CO)
Pembuangan kendaraan bermotor, beberapa proses industri
10 mg/m3 atau 9 ppm
Sulfur Dioksida (SO2)
Panas dan fasilitas pembangkit listrik
80 ug/m3 ataau 0.03 ppm
Partikulat Matter
Pembuangan kendaraan bermotor, beberapa proses industri
50 ug/m3 atau selama satu tahun 150 ug/m3
Nitrogen Dioksida ( NO2)
Pembuangan kendaraan bermotor, panas dan fasilitas pembangkit listrik
100 pg/m3atau 0.05 ppm selama satujam
Ozon (O3)
Terbentuk di atmosfir
235 pg/m3atau 0.12 ppm selama satu jam
Adapun karakteristik dan kandungan dari emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dipengaruhi oleh sistem pembakaran mesin.
CO (Karbon Monoksida) merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan sukar larut dalam air. Gas CO dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar yang terjadi akibat kekurangan oksigen atau udara dari jumlah yang diperlukan. Gas CO ini bersifat racun bagi tubuh manusia, karena jika masuk ke dalam darah, CO dapat bereaksi dengan Hemoglobin sehingga mengurangi kemampuan darah untuk mengikat O2. Besarnya emisi gas CO untuk mesin bensin yang menggunakan karburator berkisar antara 1,5%-3,5% dan untuk mesin yang menggunakan EFI ( Electronic Fuel Injection) berkisar antara 0,5-1,5%. Gas ini dihasilkan apabila karbon yang terdapat dalam bensin terbakar tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Hal ini terjadi apabila campuran udara dan bahan bakar lebih gemuk dari pada campuran stoichiometric, dan dapat terjadi selama idling, pada beban rendah dan output tinggi ( Soenarta 1995; 34-35).    
Diagram 1. Perbandingan Udara, Bahan Bakar dengan Emisi Gas Buang

           
HC ( Hidro Karbon) adalah gas yang terdiri dari ikatan unsur  karbon dan hidrogen. Sumber penghasil gas hidrokrbon pada kendaraan bermotor adalah uap bahan bakar yang belum terbakar sempurna dan bahan bakar belum sempurna sehingga bereaksi dengan oksigen yang ikut keluar bersama dengan gas buang. Hidrokarbon dapat keluar tidak hanya jika campuran antara komposisi udara dengan bahan bakar terlalu gemuk, tetapi juga jika komposisi campuran bahan bakar dengan udara terlalu kurus seperti garafik di atas. Kepekatan gas buang yang sangat tinggi dapat merusak sistem pernafasan manusia ( Soenarta, 1995 ; 346)
NO ( Nitrogen Oksida) adalah emisi yang dihasilkan oleh pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi, NOX akan bertambah pada motor dengan perbandingan kompresi tinggi dan campuran bahan bakar dengan udara yang kurus. NOX dapat menyebabkan keruasakan pada paru-paru, Suyanto( 1989;346)
Pb ( Timah hitam \Timbal) terkandung dalam bensin berfungsi untuk bahan anti Kocking atau pembakaran dini yang bisa menyebabkan letupan-letupan pada mesin. Senyawa timbal dalam bensin dinamakan TEL (Tetra Etil Lead). Kandungan timah hitam dalam tubuh tidak dapat dinetralisir dalam darah dan dapat mengakibatkan kanker  Suryanto, (1999;136)
Produk-produk polutan dari gas buang ini memang secara teori tidak dapat kita buang seratus persen, tetapi dapat kita minimalisir dengan tiga aspek yaitu :
·         Tekanan kompresi yang tepat
·         Waktu pengapian yang tepat dan percikan bunga api dari busi yang kuat
·         Campuran udara dan bahan bakar yang sesuai
Bahan bakar yang dikirim ke ruang bakar harus dalam kondisi yang mudah terbakar, agar menghasilkan efisiensi tenaga yang maksimal. Bensin tidak dapat terbakar dengan sendirinya, harus dicampur dengan udara dalam perbandingan yang tepat. Untuk mendapatkan campuran udara dan bahan bakar yang baik, uap bensin harus bercampur dengan sejumlah bahan bakar yang tepat. Perbandingan bahan bakar dengan udara juga mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar.
Pada umumnya, perbandingan udara dengan bahan bakar dinyatakan dengan perbandingan berat udara dan berat bahan bakar. Bensin harus dapat terbakar keseluruhannya di dalam ruang bakar untuk menghasilkan tenaga yang besar pada mesin. Perbandingan udara dengan bahan bakar yang ideal dalam teorinya adalah 1 : 15, yaitu satu untuk bahan bakar dan 15 untuk udara. Tetapi, pada kenyataannya mesin menghendaki campuran udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang berbeda-beda bergantung pada temperatur, kecepatan mesin, beban dan kondisi lainnya. Pada tabel dibawah ini diperlihatkan perbandingan udara dan bahan bakar yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi mesin.
Tabel 3. Perbandingan Udara dan Bahan Bakar
Kondisi Kerja Mesin
Perbandingan Udara dan Bahan Bakar
Saat temperatur 00 C
Kira-kira 1:1
Saat Temperatur 200C
Kira-kira 5:1
Saat Idling
Kira-kira 11:1
Putaran Lambat
12-13:1
Akselerasi
Kira-kira 8 :1
Putaran Maksimum ( Beban Penuh)
12-13:1
Putaran Sedang ( Ekonomi)
16-18:1