Bertambahnya kebutuhan manusia akan transportasi mengakibatkan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil riset BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia pada tahun 1987 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebanyak 7.981.480 unit, sedangkan hasil riset BPS terakhir pada tahun 2008 jumlah kendaraan bermotor mencapai 65.273.451 unit. Dengan demikian dalam kurun waktu 22 tahun terjadi kenaikan yang signifikan pada penggunaan kendaraan bermotor yang meningkat sebesar 8 kali lipat. Pemakaian kendaraan bermotor pada riset terakhir didominasi oleh kendaraan roda 2 mencapai 73% dari jumlah total kendaraan bermotor pada tahun 2008 atau sebesar 47.683.681.
Tingginya angka pemakaiaan kendaraan bermotor menyebabkan konsumsi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) meningkat, hal ini dibuktikan oleh penelitian USAID ECO Asian Clean Development and Climate Program menunjukan bahwa tingkat konsumsi pemakaian bahan bakar fosil di Indonesia menduduki peringkat ke-3 di Asia setelah China dan India.
Tabel 1. Tingkat konsumsi Solar dan Bensin di Asia Dalam Milyar Liter
| Meningkatnya pemakaian kendaraan bermotor berakibat pada perubahan lingkungan baik perubahan secara fisik dan perubahan secara kimiawi. Perubahan kimiawi dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung di dalam udara. Kondisi seperti ini lazim dikatakan pencemaran (polusi udara). Menurut Isna Marifat M.Sc., ketua penyelanggara Segar Jakartaku, 70 persen pencemaran udara disebabkan oleh kendaraan bermotor. Tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar di Indonesia cukup tinggi yaitu berkisar 8 -12 % pertahun ( Sumber : Kepolisian Negara Republik Indonesia, Direktorat Lalu lintas ( Januari 2000)). Perlu kita ketahui bahwa ambang batas kandungan polutan yang terdapat pada emisi gas buang yang aman bagi manusia menurut Peratuaran Pemerintah No 41 tahun 1999, yang meliputi : Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Ozon (O3), Hidrokarbon (HC), PM10, Partikulat Debu ( PM 2,5), TSP ( Debu), Pb (timbal) adalah : Tabel 2. Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang ( Bapedal)
|
Adapun karakteristik dan kandungan dari emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dipengaruhi oleh sistem pembakaran mesin.
CO (Karbon Monoksida) merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan sukar larut dalam air. Gas CO dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar yang terjadi akibat kekurangan oksigen atau udara dari jumlah yang diperlukan. Gas CO ini bersifat racun bagi tubuh manusia, karena jika masuk ke dalam darah, CO dapat bereaksi dengan Hemoglobin sehingga mengurangi kemampuan darah untuk mengikat O2. Besarnya emisi gas CO untuk mesin bensin yang menggunakan karburator berkisar antara 1,5%-3,5% dan untuk mesin yang menggunakan EFI ( Electronic Fuel Injection) berkisar antara 0,5-1,5%. Gas ini dihasilkan apabila karbon yang terdapat dalam bensin terbakar tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Hal ini terjadi apabila campuran udara dan bahan bakar lebih gemuk dari pada campuran stoichiometric, dan dapat terjadi selama idling, pada beban rendah dan output tinggi ( Soenarta 1995; 34-35).
Diagram 1. Perbandingan Udara, Bahan Bakar dengan Emisi Gas Buang
HC ( Hidro Karbon) adalah gas yang terdiri dari ikatan unsur karbon dan hidrogen. Sumber penghasil gas hidrokrbon pada kendaraan bermotor adalah uap bahan bakar yang belum terbakar sempurna dan bahan bakar belum sempurna sehingga bereaksi dengan oksigen yang ikut keluar bersama dengan gas buang. Hidrokarbon dapat keluar tidak hanya jika campuran antara komposisi udara dengan bahan bakar terlalu gemuk, tetapi juga jika komposisi campuran bahan bakar dengan udara terlalu kurus seperti garafik di atas. Kepekatan gas buang yang sangat tinggi dapat merusak sistem pernafasan manusia ( Soenarta, 1995 ; 346)
NOx ( Nitrogen Oksida) adalah emisi yang dihasilkan oleh pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi, NOX akan bertambah pada motor dengan perbandingan kompresi tinggi dan campuran bahan bakar dengan udara yang kurus. NOX dapat menyebabkan keruasakan pada paru-paru, Suyanto( 1989;346)
Pb ( Timah hitam \Timbal) terkandung dalam bensin berfungsi untuk bahan anti Kocking atau pembakaran dini yang bisa menyebabkan letupan-letupan pada mesin. Senyawa timbal dalam bensin dinamakan TEL (Tetra Etil Lead). Kandungan timah hitam dalam tubuh tidak dapat dinetralisir dalam darah dan dapat mengakibatkan kanker Suryanto, (1999;136)
Produk-produk polutan dari gas buang ini memang secara teori tidak dapat kita buang seratus persen, tetapi dapat kita minimalisir dengan tiga aspek yaitu :
· Tekanan kompresi yang tepat
· Waktu pengapian yang tepat dan percikan bunga api dari busi yang kuat
· Campuran udara dan bahan bakar yang sesuai
Bahan bakar yang dikirim ke ruang bakar harus dalam kondisi yang mudah terbakar, agar menghasilkan efisiensi tenaga yang maksimal. Bensin tidak dapat terbakar dengan sendirinya, harus dicampur dengan udara dalam perbandingan yang tepat. Untuk mendapatkan campuran udara dan bahan bakar yang baik, uap bensin harus bercampur dengan sejumlah bahan bakar yang tepat. Perbandingan bahan bakar dengan udara juga mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar.
Pada umumnya, perbandingan udara dengan bahan bakar dinyatakan dengan perbandingan berat udara dan berat bahan bakar. Bensin harus dapat terbakar keseluruhannya di dalam ruang bakar untuk menghasilkan tenaga yang besar pada mesin. Perbandingan udara dengan bahan bakar yang ideal dalam teorinya adalah 1 : 15, yaitu satu untuk bahan bakar dan 15 untuk udara. Tetapi, pada kenyataannya mesin menghendaki campuran udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang berbeda-beda bergantung pada temperatur, kecepatan mesin, beban dan kondisi lainnya. Pada tabel dibawah ini diperlihatkan perbandingan udara dan bahan bakar yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi mesin.
Tabel 3. Perbandingan Udara dan Bahan Bakar
| Kondisi Kerja Mesin | Perbandingan Udara dan Bahan Bakar |
| Saat temperatur 00 C | Kira-kira 1:1 |
| Saat Temperatur 200C | Kira-kira 5:1 |
| Saat Idling | Kira-kira 11:1 |
| Putaran Lambat | 12-13:1 |
| Akselerasi | Kira-kira 8 :1 |
| Putaran Maksimum ( Beban Penuh) | 12-13:1 |
| Putaran Sedang ( Ekonomi) | 16-18:1 |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar