SCIENCE - EXPERIMENT - RESEACH - ORGANIZE -ACADEMY - RELIGION - MOTIVATION - SOSIALITY - NATURAL - ENGINEERING
Minggu, 20 Maret 2011
EKSPERIMEN ROKET AIR KIR SMP TUNAS HARAPAN NUSANTARA
EKSPERIMEN BOM ASAP KIR SMP TUNAS HARAPAN NUSANTARA
EKSPERIMEN BAHAN BAKAR ROKET GULA KPM UNJ 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
KELOMPOK PENELITI MUDA UNJ 2010/2011 (KPM GATHERING)
VIDEO 2007-2010
VIDEO 1998 - 2000
KIR AL AZHAR 19 CIBUBUR, EXPERIMENT ASAM BASA
Rabu, 16 Maret 2011
PENJERNIHAN AIR
1. PENDAHULUAN
Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan merupakan sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan media penularan penyakit. Kesehatan akan terjamin ketika ai ryang kitakonsumsi bebas dari zat kimia dan bekteri berbahaya bagi tubuh. Pada saat ini kualitas air senantiasa mengalami penurunan sejalan dengan pertambahan jumlah manusia yang berefek pada konsumsi zar kimia oleh manusia seperti pupuk,detergen dan zat kimia lainnya.
Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Cara penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.
Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam bab ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.
2. URAIAN SINGKAT
Cara penjernihan air ini sama dengan cara penyaringan I. Perbedaanya terletak pada penyusunan drum atau bak pengendapan dan bak penyaringan, serta susunan lapisan bahan penyaring.
3. BAHAN
1) arang batok kelapa
2) ijuk
3) pasir halus
4) batu kerikil
5) Kapas / saringan aquarium
4. PERALATAN
1) satu botol aqua 1.5 lt
5. PEMBUATAN
1) Sediakan sebuah botol aquatinggi 40 cm
2) Buat bak penyaringan dari drum bekas. Beri kran pada ketinggian 5 cm dari dasar bak. Isi dengan ijuk, pasir, ijuk tebal, pasir halus, arang tempurung kelapa, baru kerikil, dan batu-batu dengan garis tengah 2-3 cm (lihat Gambar).
Gambar 1. Penyaringan Air secara Fisis
6. PENGGUNAAN
1) Air sungai atau telaga dialirkan ke dalam bak penampungan, yang sebelumnya pada pintu masuk air diberi kawat kasa untuk menyaring kotoran.
2) Setelah bak pengendapan penuh air, lubang untuk mengalirkan air dibuka ke bak penyaringan air.
3) Kemudian kran yang terletak di bawah bak dibuka, selanjutnya beberapa menit kemudian air akan ke luar. Mula-mula air agak keruh, tetapi setelah beberapa waktu berselang air akan jernih. Agar air yang keluar tetap jernih, kran harus dibuka dengan aliran yang kecil.
7. PEMELIHARAAN
1) Ijuk dicuci bersih kemudian dipanaskan di matahari sampai kering
2) Pasir halus dicuci dengan air bersih di dalam ember, diaduk sehingga kotoran dapat dikeluarkan, kemudian dijemur sampai kering.
3) Batu kerikil diperoleh dari sisa ayakan pasir halus, kemudian dicuci bersih dan dijemur sampai kering.
4) Batu yang dibersihkan sampai bersih betul dari kotoran atau tanah yang melekat, kemudian dijemur.
8. KEUNTUNGAN
1) Air keruh yang digunakan bisa berasal dari mana saja misalnya : sungai, rawa, telaga, sawah dan sumur.
2) Cara ini berguna untuk desa yang jauh dari kota dan tempatnya terpencil.
9. KERUGIAN
1) Air tidak bisa dialirkan secara teratur, karena air dalam jumlah tertentu harus diendapkan dulu dan disaring melalui bak penyaringan.
2) Bahan penyaring harus sering diganti.
3) Air harus dimasak lebih dahulu sebelum diminum
10. STANDAR PENGUJIAN AIR
1. Syarat fisik, antara lain:
a. Air harus bersih dan tidak keruh
b. Tidak berwarna apapun
c. Tidak berasa apapun
d. Tidak berbau apaun
e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan
2. Syarat kimiawi, antara lain:
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c. Cukup yodium
d. pH air antara 6,5 – 9,2
3. Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.
11. UJI ELEKTROLIZER
Salah satu alat yang digunakan dalam menguji kualitas air secara kimia dengan menggunakan elektrolizer, yaitu alat pengendap dengan menggunakan arus listrik. Kemudian endapan yangterjadi memiliki warna khusus sesuai dengan kandungan zat didalam air.
Warna Endapan | Bahan Pencemar | Pengaruh Terhadap Kesehatan |
Hijau | Cuprum, Oksida, Chlorin | penyakit ginjal, Sistem syaraf pusat, Kanker |
Hitam | Kalsium, magnesium | Batu ginjal, Kencing batu |
Putih | Alumunium, Arsen, Asbestos | Penyakit hati, Sistem syaraf pusat, Kanker |
Biru | Alumunium, Sulfur, Phospat, Pestisida | Penyakit hati, Ginjal dan kencing batu, Sistem syaraf |
Jingga | Besi oksida | Gangguan air seni, Gangguan keseimbangan metabolisma |
12. DAFTAR PUSTAKA
Water Purification. Joint Program Development Centre, Institute of Technology Bandung and Indonesia Voluntary Workers Agency (BUTSI) of the Department of Manpower Trasmigration and Cooperatives, 1977.
13. INFORMASI LEBIH LANJUT
1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 -INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050
2) Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.
Jakarta, Maret 2000
Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.
Disadur oleh : Esti, Haryanto Sahar
RAHASIA UMUR MANUSIA
Pada hari pertama, diciptakan seekor sapi. Si Pencipta berkata kepada sapi itu, "Sapi, hari ini Aku menciptakan kamu sebagaimana adanya kamu ! Kamu harus bekerja di ladang dengan petani sepanjang hari. Kamu harus menguras tenaga untuk membajak sawahnya. Di samping itu kamu juga harus menyediakan susu untuk diminum. Kamu akan bekerja sepanjang hari di bawah terik matahari ! Sebaliknya, kamu hanya bisa makan rumput !!Aku akan memberi waktu untuk hidup selama 50 tahun."
Sapi protes. "Waduh?! Saya bekerja begitu keras dan hanya bisamakan rumput saja ?! Dan hidup selama 50 tahun ?! Bolehkan saya hanya hidup 20 tahun saja ?? Dan 30 tahun saya berikan kepadamu, ok ? Moo ..... Moo." akhirnya, Pencipta setuju.
Pada hari kedua, diciptakan seekor anjing. Si Pencipta berkatakepada anjing itu, "Ajing, Kuciptakan kamu seperti apa adanya kamu, kamu harus duduk sepanjang hari di depan pintu rumahmu ! Semua orang yang datang ke rumahmu, kamu harus menggonggongmenyambut mereka !! Sementara kamu akan makan sisa sisa makanan tuanmu, dan kamu akan hidup selama 20 tahun !"
Ajing protes. "Waduh?! Sepanjang hari duduk di depan pintu ?!Harus menggonggong orang ?! Jangan dong ... 10 tahun hidup, saya mau. Dan 10 tahun lainnya saya berikan kepadamu !?" Si Pencipta setuju.
Pada hari ketiga, diciptakan monyet. Ia berkata kepada monyet itu, "Monyet, pekerjaanmu sebagai monyet adalah menghibur orang. Kamu harus membuat mereka tertawa dengan gaya dan mimik mukamu. Kamu juga harus bisa melakukan salto supaya mereka terkagum-kagum kepadamu. Sementara itu, kamu hanya makan pisang, dan Aku akan memberimu hidup 20 tahun.
Monyet protes. "Waduh ?! Membuat mereka tertawa?! Melakukan atraksi dengan gaya dan muka lucu ?! Apalagi, harus bisa salto ? Itu tidak gampang ! Berikan saya 10 tahun dan 10 tahun lainnya saya berikan kepadamu. Pencipta pun setuju dengan tawaran Monyet.
Pada hari yang keempat, diciptakan manusia dan berkata kepadanya, "Kamu! Manusia, kerjamu adalah tidur, makan, tidur, main, makan, tidur, main dan tidak bekerja apa pun sepanjang hari. Kamu akan makan apa saja yang ada di dunia ini dan bermain apa saja yang kamu senangi dalam hidupmu. Semua yang kamu perlukan hanya menikmati, menikmati, menikmati dan tidak bekerja apa pun. Itulah hidupmu. Dan aku berikan 20 tahun untuk kamu.
Maunusia protes. "Yaah ?! Betapa enaknya hidup seperti itu ! Makan, main, tidur, tidak bekerja, menikmati apa saja dan Engkau memberikan waktu untuk Hidup 20 tahun ?! Jangan dong ...! Ok ! Bagaimana kalau kita buat kesepakatan? Karena si Sapi mengembalikan 30 tahun, Ajing mengembalikan 10 tahun dan Monyet mengembalikan 10 tahun, biar saya saja yang mengambil waktu hidup mereka itu ?! Jadi, waktu hidup saya selama 70 tahun, kan?" Pencipta pun setuju dengan tawaran si Manusia. Akhirnya, itulah sebabnya di 20 tahun pertama, kita hanya makan, tidur, main dan menikmati apa saja dan tidak bekerja. Kemudian selama 30 tahun kita bekerja sepanjang hari, bekerja keras dan harus menanggung keluarga. Setelah itu, 10 tahun kemudian kita menjadi tua, capek dan tinggal di rumah, duduk di depan pintu rumah dan menyambut tamu yang datang. Dan 10 tahun terakhir, kita hanya bisa menghibur cucu - cucu kita dengan gaya dan wajah lucu.
Selasa, 15 Maret 2011
zat pencemarudara ( alysa nurulita)
Pada dasarnya, zat-zat pencemar udara dihasilkan oleh berbagai sumber, baik yang disebabkan oleh aktivitas manusia maupun gelaja atau fenomena alam. Berikut ini adalah beberapa zat paling mencemari udara yang dihasilkan dari berbagai sumber.
1. Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Gas CO dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna senyawa-senyawa yang mengandung karbon, khususnya batubara, minyak bumi, dan gas alam. Gas CO ini ditemukan dalam jumlah besar pada gas buang kendaraan bermotor dan gas buang dari proses-proses industri.
Pada kondisi normal, kadar gas CO di udara sekitar 0,1 ppm. Akan tetapi, karena adanya pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik, terutama bahan bakar fosil pada mesin kendaraan bermotor dan mesin-mesin industri, kadar gas CO di udara dapat mengalami peningkatan. Jika peningkatan kadar gas CO melebihi nilai ambang batas (NAB), yaitu sebesar 30 ppm, hal ini dapat menimbulkan ancaman serius bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
2. Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume [1] walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.
Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas.
Karbon dioksida tidak mempunyai bentuk cair pada tekanan di bawah 5,1 atm namun langsung menjadi padat pada temperatur di bawah -78 °C. Dalam bentuk padat, karbon dioksida umumnya disebut sebagai es kering.
CO2 adalah oksida asam. Larutan CO2 mengubah warna litmus dari biru menjadi merah muda. CO2 adalah salah satu komponen udara yang tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah larut dalam air. Pada kondisi normal, kadar gas CO2 di udara sekitar 330 ppm. Akan tetapi, dengan adanya pembakaran senyawa-senyawa organik, fermentasi, respirasi makhluk hidup, dan letusan gunung berapi, kadar gas CO2 udara dapat meningkat sehingga menjadi zat pencemar udara.
Sebenarnya, gas CO2 memberikan manfaat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Hal ini karena CO2 dapat menjaga suhu bumi agar tetap hangat di malam hari. Di samping itu, gas CO2 dimanfaatkan oleh tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis yang hasilnya juga dimanfaatkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya, khususnya hewan. Akan tetapi, dalam jumlah yang melebihi ambang batas, gas ini dapat memicu terjadinya efek rumah kaca (green house effect) dan pemanasan global (global warming) di bumi.
3. Oksida Belerang
Oksida belerang adalah senyawa-senyawa yang mengandung belerang dan oksigen, seperti belerang dioksida (SO2) dan belerang trioksida (SO3).
Oksida belerang yang mencemari udara terutama adalah gas SO2 yang dihasilkan pembakaran minyak bumi dan batubara yang mengandung unsur belerang (S) dan dari pengolahan logam yang menggunakan biji sulfida.
Keberadaan gas SO2 dengan kadar tinggi di udara, apabila dihirup, dapat menimbulkan penyakit pada organ-organ pernapasan, seperti pada paru-paru dan tenggorokan. Selain tiu, gas SO2 dapat bereaksi dengan oksigen membentuk gas SO3 yang merupakan oksida asam. Apabila gas SO3 bereaksi dengan air, akan membentuk senyawa asam sulfat (H2SO4) yang bersifat korosif. Zat inilah yang menjadi salah satu pemicu hujan asam.
4. Oksida Nitrogen
Oksida nitrogen merupakan senyawa-senyawa yang mengandung unsur nitrogen (N) dan oksigen (O). Contohnya, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2). Gas-gas oksida nitrogen di udara dihasilkan dari pembakaran bahan bakar mesin bermotor pada suhu tinggi, kebakaran hutan, kilat (petir), dan lain-lain.
Oksida nitrogen yang dapat menimbulkan pencemaran udara adalah gas NO dan NO2. Gas NO dapat bereaksi dengan oksigen membentuk gas NO2 yang lebih berbahaya. Hal ini karena nitrogen dioksida (NO2) merupakan gas berwarna coklat yang sangat beracun. Jika gas NO2 dihirup melalui pernapasan, dapat menimbulkan kanker. Bahkan, kematian. Pada siang hari, NO2 akan terurai menjadi gas NO dan satu atom oksigen (O). Kemudian, atom oksigen tersebut bereaksi dengan molekul-molekul oksigen untuk membentuk ozon (O3).
Keberadaan ozon pada udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti mempengaruhi pertumbuhan, radang paru-paru (bronkhitis), iritasi mata, dan lain-lain. Selain itu, dapat menimbulkan kerusakan pada alat-alat yang terbuat dari karet, misalnya ban.
5. Partikulat
Partikulat adalah komponen udara berupa partikel padat atau cairan yang membentuk sistem koloid (aerosol cair maupun aerosol padat). Jika jumlah partikulat di udara cukup tinggi atau merupakan zat yang berbahaya, partikulat tersebut dianggap sebagai zat pencemar udara.
Partikulat-partikulat dapat dihasilkan melalui aktivitas manusia, misalnya proses-proses industri dan pembakaran mesin-mesin kendaraan bermotor atau melalui kejadian alam seperti letusan gunung berapi, badai, kebakaran hutan, dan lain-lain.
Beberapa partikulat yang mencemari udara antara lain partikel-partikel timbal (Pb), nikel (Ni), raksa (Hg), kadmium (Cd), dan partikel-partikel asbestos (partikulat-partikulat nonlogam yang berupa serat-serat mineral).
Senin, 14 Maret 2011
Teknik Pelumas
Industri otomotif terus berkembang. Penjualan mobil di Indonesia diperkirakan melebihi 450.000 unit per tahun, sedangkan motor mencapai 5 juta unit. Hal ini membuka celah bisnis yang berhubungan dengan otomotif. Salah satu diantaranya minyak pelumas
selalu berupa enggunakan tehnologi terkini dalam proses pembutan minyak pelumas agar didapatkan produk berkualitas. Pemakaian tehnologi baru, masa pakai yang panjang dari minyak pelumas, bertambahnya efisiensi kerja mesin, mencapai efisiensi tertinggi badan pelumas dunia, sampai dengan ramah lingkungan menjadi propaganda para produsen.
Sebanyak 650 juta liter pelumas pertahun diperlukan pasar. Sayangnya tak semua kosumen pelumas benar-benar paham mengenai pelumas. Kalaupun mulai mengerti, kehadiran advertorial cukup menggoyang ‘keimanan’ kosumen, akhirnya konsumen harus menanggung segala resiko kemudian hari. Bahkan dari pihak bengkel resmi pabrikan Masih sedikit perbedaan spesifikasi pelumas antar buku manual kendaraan dengan stiker panduan yang menempel di kap mesin
Harus diakui, kurangnya informasi terhadap standar mutu pelumas mermbawa dampak terhadap para pemilik kenderaan. Masyarakat jadi salah memahami. Karena sangat sayang
terhadap kendaraannya, maka setiap bulan ganti oli. Dalam pemahamannya makin sering oli maka akan semakin baik. Hal ini ditambah lagi produsen pelumas, karena persaingan, selalu muncul dengan promosi yang Membingungkan para konsumen dalam memilih pelumas. Sebut saja merek Top One, Castrol Penzoill, Shell, Evalube, Revtex, Fuchs, Petromas dan lain-lain, yang beriklan dimana mana. Saat ini ada sekitar 200 merek pelumas beredar di Indonesia.
Beberapa tahun lalu pabrikan mobil hanya merekomendasi penggunaan pelumas hingga 2.500 kilometer. Namun saat ini mobil mobil generasi terbaru merekomendasi pemakaian pelumas hingga 15 ribu kilometer. Hal ini karena pelumas dibuat campuran base oil (bahan dasar
pelumas) dan aditif. Base oil biasanya berasal dari minyak bumi (mineral oil), tapi ada juga yang berasal bukan dari minyak bumi. Pelumas demikian sering disebut pelumas sentetis. Pelumas sintesis dapat dibuat dari minyak bumi atau minyak nabati (vegertable oil). Konsumen sudah biasa memilih pelumas apakah oil sentesis, semi sintesis atau mineral.
Yang jelas, musuh oli adalah panas, Temperatur merupakan faktor utama terjadinya oksidasi. Oksidasi akan meningkat dua kali lipat untuk peningkatan temperatur operasi sebesar 10 oC. Oksidasi merupakan faktor utama yang membatasi umur pemakaian pelumas. Pelumas bermutu baik memiliki kemampuan mengendalikan kotoran yang masuk ke mesin. Pada pelumas mesin terdapat aditif deterjen dan dispersant yang berfungsi untuk membersihkan jelaga, varnish,dan lacquer (produk oksidasi yang dihasilkan dari teroksidasinya lapisan tipis pelumas pada permukaan metal yang panas). Maka, bila pelumas berubah warna, itu menunjukan bahwa deterjen dan disperant dalam pelumas itu telah bekerja dengan baik sehingga mesin tetap bersih
Kondisi kendaran bermotor sangat diperlukan oleh pemeliharaannya. Dengan perawatan yang baik, mobil akan selalu dalam kondisi prima. Bila asal asalan, maka kendaraan akan Sering ngadat. Perawatan yang tergolong sederhana tetapi sangat vital adalah penggatian rutin minyak pelumas. Meski sederhana, jenis perawatan ini sering menyisakan persoalan pemilihan pelumas yang tepat dan hal-hal yang berkaitan dengan penggantiannya. Pasalnya, pelumas dipasaran tidak hanya berbeda merek tetapi juga memiliki berbagai spesifikasi. Selain itu pengantian pelumas (untuk mesin) juga berkaitan dengan penggantian suku cadang lainnya
Dalam memilih pelumas jenis kegunaan, kekentalan dan mutu merupakan tiga hal yang menentukan. Dari kegunaan, ada pelumas yang sangat kental seperti gel yang biasa disebut grease atau gemuk. Begitu kentalnya gemuk akan menempel terus kekomponen yang dilumasi dan tidak akan menetes, sehingga cocok untuk komponen-komponen terbuka seperti engsel pintu, sendi sendi batang kemudian (tierod), lengan suspensi, dan lain sebagainya.
Untuk melumasi komponen yang sifatnya lebih penting dan rumit seperti mesin, transmisi dan gardan (diferensial), diperlukan pelumas yang lebih encer ketimbang gemuk. Pelumas encer yang biasa disebut oli ini dapat bergerak luwes melalui permukaan komponen yang saling bergesekan. Selain itu kodisi yang lebih encer ini memastikan setiap permukaan logam tertutup pelumas
Oli untuk mesin lebih encer dari pada yang digunakan pada roda gigi (transmisi, gardan).
Ini dimaksudkan agar pelumas dapat disirkulasi melalui saluran-saluran kecil dan sempit dalam mesin dengan lancar. Sedangkan pada roda gigi, pelumas disirkulasi dengan bantuan putaran roda gigi itu sendiri. Dengan tingkat kekentalan tinggi tinggi pelumas terangkat oleh gerigi roda, dan pelumas yang kental dapat meredam suara gesekan lebih baik. Jadi untuk membedakan pelumas mesin dan pelumas roda gigi, dapat dilihat dari kekentalannya, atau dilihat dari label kemasannya, engine oil atau gear oil.
Dari semua jenis pelumas, pelumas mesinlah yang paling penting karena didalam mesin terjadi berbagai macam gesekan yang memerlukan pelicin supaya tidak mudah aus. Karena kerja pelumas pada mesin lebih berat, maka penggantiannya harus lebih sering dibandingkan dengan pelumas lainnya
Berdasarkan bahan bakunya dibedakan atas dua macam, mineral dan sintesis. Pelumas mineral berbahan dasar minyak bumi. Setelah diolah, minyak bumi ditambah bahan- bahan aditif agar mutu pelumas lebih baik. Pada pelumas modern bisanya bahan aditifnya cukup lengkap, sehingga beberapa merek tidak menganjurkan penambahan aditif atau oil treatment. Sedangkan jenis sintesis adalah pelumas berbahan dasar campuran berbagai macam bahan kimia yang membuat di laborantorium. Umumnya, pelumas sintesis mempunyai tingkat mutu yang lebih tinggi daripada pelumas mineral, namun harganya lebih mahal. Tantangan pelumas adalah mengalir dengan mudah pada waktu mesin start. Oil yang baik akan memberikan proteksi terhadap bagian-bagian yang bergerak, terutama pada temperatur operasi yang relatif tinggi. Ada empat macam kondisi yang harus dicermati dengan seksama, yaitu :
1. Warna Pelumas
Setiap pelumas mempunyai formula sendiri dalam hal pewarna. Merek yang satu berbeda dengan yang lain. Untuk pelumas yang sedang kita pakai, agar kita dapat mengetahui kondisinya, tarik atau cabut tongkat pelumas (oil sick) dari blok mesin. Setelah itu, perhatikan warnanya. Jika warnanya seperti cokelat susu atau keputih-putihan atau mirip emulsi, ini berarti ada campuran air didalam pelumas. Boleh jadi air dari luar sudah masuk ke bak pelumas melalui celah mesin, biasa juga dari kebicoran cairan pendingin. Warna pelumas bermacam-macam tergantung dari mereknya ada yang berwarna merah, hijau tua, kuning atau ungu. Oli juga dibedakan atas kekentalannya. Dalam kemasan atau kaleng pelumas, biasanya ditemukan kode huruf dan angka yang menunjukkan kekentalannya. Contohnya SAE 40, SAE 90, SAE 10 W-50, SAE 5W-40, dan sebagainya. SAE merupakan kependekan Society of Automotive Engineers atau ikatan ahli tehnik tomotif. SAE mirip organisasi standarisasi seperti ISO, DIN, ZIS dan sebagainya, yang mengkhususkan diri dibidang otomotif.
Sedangkan angka dibelakang huruf tersebut menunjukkan tingkat Kekentalannya. Maka, SAE 40 menunjukan oli tersebut mempunyai tinggat kekentalan 40 menurut standar SAE. Semakin tinggi angkanya semakin kental pelumasnya. Ada juga kode angka multi grade seperti 10W-50 yang menandakan pelumas mempunyai kekentalan yang dapat berubah–ubah sesuai suhu di sekitarnya. Huruf W dibelakang angka 10 merupakan ingkatan kata winter (musim dingin).
Maksudnya pelumas mempunyai tinggat kekentalan sama dengan SAE 10 pada saat suhu udara dingin dan SAE 50 ketika udara panas. Oil seperti ini sekarang sangat banyak di pasaran karena kekentalannya luwes (fleksibel) dan tidak cenderung mengental saat udara dingin sehingga mesin mudah di hidupkan di pagi hari.
2. Jumlah Pelumas
Saat pelumas diganti dengan yang baru, penunjukan pada oil dipstick harus berada pada tanda F (full) atau penuh. Kemudian secara rutin dilakukan pemeriksaan. Perhatikan tanda ketinggian posisi pelumas setiap kali tongkat pengukir dicabut. Kalau dalam satu bulan diperlukan penambahan oli yang agak banyak (topping-up), setengah liter atau lebih, mesin kendaraan patut dicurigai .Sebab penambahan pelumas dalam jumlah yang cukup besar
menandakan ada sesuatu yang tidak beres di dalam mesin tersebut.
3. Keausan Mesin
Penyebab keausan sangat beragam, antara lain adanya celah diantara komponen mesin yang bergesekan terlalu besar. Akibat dari keausan yang sudah berat seperti itu, pelumas mengalami penguapan. Penyebab lain misalnya kebocoran pada sejumlah komponen mesin, seperti saringan oli, seal yang sudah rapuh, atau gasket yang sudah rusak.
4. Kekentalan Pelumas
Kualitas oli tak ada hubungannya dengan kekentalan oli. Sebenarnya masalah kekentalan ini hampir sama pada setiap pelumas. Kekentalan pelumas yang baik akan bertahan dalam jangka waktu pemakaian normal. Perhatikan jika ada campuran ”asing”. Artinya pelumas bercampur karena kepala silinder dan blok mesin mengalami kerusakan. Jika tercium bau bensin, meski kerusakan ini jarang terjadi, itu berarti ada kebocoran pada selinder atau pada injector bahan bakar. Semua mesin kendaraan membutuhkan pelumas yang berfungsi mendinginkan, mengurangi gesekan, serta melindungi mesin dari keausan.
Langganan:
Postingan (Atom)

