Rabu, 16 Maret 2011

PENJERNIHAN AIR



1. PENDAHULUAN
Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan merupakan sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan media penularan penyakit. Kesehatan akan terjamin ketika ai ryang kitakonsumsi bebas dari zat kimia dan bekteri berbahaya bagi tubuh. Pada saat ini kualitas air senantiasa mengalami penurunan sejalan dengan pertambahan jumlah manusia yang berefek pada konsumsi zar kimia oleh manusia seperti pupuk,detergen dan zat kimia lainnya.

Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Cara penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.
Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam bab ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.
2. URAIAN SINGKAT
Cara penjernihan air ini sama dengan cara penyaringan I. Perbedaanya terletak pada penyusunan drum atau bak pengendapan dan bak penyaringan, serta susunan lapisan bahan penyaring.
3. BAHAN
1)  arang batok kelapa
2)  ijuk
3)  pasir halus
4)  batu kerikil
5)  Kapas / saringan aquarium
4. PERALATAN
1)  satu botol aqua 1.5 lt
5. PEMBUATAN
1) Sediakan sebuah botol aquatinggi 40 cm
2) Buat bak penyaringan dari drum bekas. Beri kran pada ketinggian 5 cm dari dasar bak. Isi dengan ijuk, pasir, ijuk tebal, pasir halus, arang tempurung kelapa, baru kerikil, dan batu-batu dengan garis tengah 2-3 cm (lihat Gambar).

Gambar 1. Penyaringan Air secara Fisis
6. PENGGUNAAN
1) Air sungai atau telaga dialirkan ke dalam bak penampungan, yang sebelumnya pada pintu masuk air diberi  kawat kasa untuk menyaring kotoran.
2) Setelah bak pengendapan penuh air, lubang untuk mengalirkan air dibuka ke bak penyaringan air.
3) Kemudian kran yang terletak di bawah bak dibuka, selanjutnya beberapa menit kemudian air akan ke luar. Mula-mula air agak keruh, tetapi setelah beberapa waktu berselang air akan jernih. Agar air yang keluar tetap jernih, kran harus dibuka dengan aliran yang kecil.

7. PEMELIHARAAN

1)      Ijuk dicuci bersih kemudian dipanaskan di matahari sampai kering

2) Pasir halus dicuci dengan air bersih di dalam ember, diaduk sehingga kotoran dapat dikeluarkan, kemudian dijemur sampai kering.
3) Batu kerikil diperoleh dari sisa ayakan pasir halus, kemudian dicuci bersih dan dijemur sampai kering.
4) Batu yang dibersihkan sampai bersih betul dari kotoran atau tanah yang melekat, kemudian dijemur.
8. KEUNTUNGAN
1) Air keruh yang digunakan bisa berasal dari mana saja misalnya : sungai, rawa, telaga, sawah dan sumur.
2) Cara ini berguna untuk desa yang jauh dari kota dan tempatnya terpencil.
9. KERUGIAN
1) Air tidak bisa dialirkan secara teratur, karena air dalam jumlah tertentu harus diendapkan dulu dan disaring melalui bak penyaringan.
2) Bahan penyaring harus sering diganti.
3) Air harus dimasak lebih dahulu sebelum diminum
10. STANDAR PENGUJIAN AIR
1. Syarat fisik, antara lain:
a. Air harus bersih dan tidak keruh
b. Tidak berwarna apapun
c. Tidak berasa apapun
d. Tidak berbau apaun
e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan
2. Syarat kimiawi, antara lain:
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c. Cukup yodium
d. pH air antara 6,5 – 9,2
3. Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.

11. UJI ELEKTROLIZER
            Salah satu alat yang digunakan dalam menguji kualitas air secara kimia dengan menggunakan elektrolizer, yaitu alat pengendap dengan menggunakan arus listrik. Kemudian endapan yangterjadi memiliki warna khusus sesuai dengan kandungan zat didalam air.






Warna Endapan
Bahan Pencemar
Pengaruh Terhadap Kesehatan
Hijau
Cuprum, Oksida, Chlorin
penyakit ginjal, Sistem syaraf pusat, Kanker
Hitam
Kalsium, magnesium
Batu ginjal, Kencing batu
Putih
Alumunium, Arsen, Asbestos
Penyakit hati, Sistem syaraf pusat, Kanker
Biru
Alumunium, Sulfur, Phospat, Pestisida
Penyakit hati, Ginjal dan kencing batu, Sistem syaraf
Jingga
Besi oksida
Gangguan air seni, Gangguan keseimbangan metabolisma


12. DAFTAR PUSTAKA
Water Purification. Joint Program Development Centre, Institute of Technology Bandung and Indonesia Voluntary Workers Agency (BUTSI) of the Department of Manpower Trasmigration and Cooperatives, 1977.







13. INFORMASI LEBIH LANJUT
1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI;  Jl. Cisitu Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 -INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050

2) Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.

Jakarta, Maret 2000

Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.
Disadur oleh : Esti, Haryanto Sahar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar